59

Hadits Arbain ke-3

Hallo sahabat kakibu, gimana nih kabarnya? Mudah-mudahan selalu diberikan kesehatan ya oleh Allah SWT. Kali ini kakibu akan memberikan penjelasan tentang hadits arbain ke 2 lho. Tidak hanya itu, kakibu juga akan merangkumkan pesan dan faedah yang bisa kita dapatkan dari hadits arbain ke 2 ini.

Ada juga sedikit bocoran dari kakibu mengenai hadits arbain kali ini, yaitu: Di dalam hadits arbain ketiga ini membahas mengenai islam yang dibangun atas lima rukun, atau yang biasanya kita sebut dengan rukun islam.

Mungkin tidak usah berlama-lama lagi, yuk kita langsung menuju ke penjelasannya:

Bunyi Hadits Arbain ke-3 Beserta Artinya

kakibu.com

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقُوْلُ: «بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ» رَوَاهُ البُخَارِي وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin ‘Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhuma, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Islam dibagun di atas lima hal: syahadat lâ ilâha illâllâh dan Muhammadur Rasûlûllâh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan.” (HR Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no 16)

Penjelasan

kakibu.com

Hadits ini adalah riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahuanhuma. Beliau ini termasuk sahabat yang sangat mencintai  Rasulullah SAW dan selalu mengikuti sunnah-sunnah beliau dengan senang hati. Abdullah bin Umar juga merupakan salah satu perawi hadits utama dengan riwayat hadits paling banyak.

Nah dalam hadits arbain ketiga ini beliau menyebutkan bahwa beliau mendengarkan dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda bahwa di dalam islam itu dibangun atas lima perkara, yaitu:

  1. Syahadat
  2. Menegakan sholat
  3. Menunaikan zakat
  4. Puasa pada bulan ramadhan
  5. Haji ke Baitullah

Ya seperti yang kalian pikir, bahwa rukun Islamlah yang dimaksud dari “Islam itu dibangun di atas lima perkara”.

Sekilas, ini memang sama dengan apa yang sudah kita pelajari dari hadits yang kedua, namun Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala tetap menyebutkan hadits yang ketiga ini dikarenakan kandungan yang terdapat di dalamnya tidak sama persis dengan hadits yang kedua.

Di sini beliau menyebutkan bahwa diantara rukun atau bagian utama dari bangunan Islam yaitu lima rukun Islam ini. Maka dari itu beliau mengatakan Islam itu dibangun di atas lima perkara.

Hadits ini juga menjelaskan bahwa lima rukun ini adalah hal yang paling penting dalam bangunan Islam. Sesuatu hal yang kalau ditinggalkan maka hukumnya tidak sama dengan meninggalkan bagian-bagian Islam yang lain.

Pesan Yang Dapat Kita Ambil

kakibu.com

Berikut ini adalah pesan yang dapat kita ambil dari hadits arbain ketiga ini, ambil hikmah dan pembelajarannya ya teman-teman:

Jagan pernah melupakan atau bahkan meninggalkan Rukun Islam, karena itu adalah bangun yang memperkuat keimanan kita terhadap Allah SWT.

Ada juga tambahan untuk menyempurnakan kelima Rukun Islam tersebut, contohnya seperti melakukan amalan wajib dan amalan-amalan sunnah, maka itu adalah hiasan bangunan.

Rasulullah SAW bersabda: “Iman itu 70 sekian cabang, yang tertinggi adalah pernyataan Lâ ilâha illâllâh, -Beliau menambahkan- dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. (Muttafaq Alaih, Bukhari No 9 dan Muslim No 35)

Faedah Yang Dapat Kita Dapatkan

kakibu.com

Berikut ini adalah faedah yang bisa kita dapatkan dari hadits arbain ke 3 ini:

  1. Islam diibaratkan sebagai sebuah bangunan yang memiliki tiang pokok yang lima.
  2. Bersyahadat “laa ilaha illallah” berarti bersaksi dan mengakui bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.
  3. Menegakkan shalat yang dimaksud adalah mengerjakan shalat dengan memenuhi rukun dan syaratnya.
  4. Menunaikan zakat artinya mengeluarkan dan memberikannya kepada yang berhak menerima.
  5. Seseorang tidak disebut berislam hingga ia mengimani lima rukun Islam yang ada. Siapa yang mengingkari salah satunya, ia kafir. Siapa yang meninggalkannya dalam rangka meremehkan, ia termasuk orang fajir.
  6. Shalat adalah amalan badaniyah (anggota badan), zakat adalah amalan maaliyah (terkait harta).
  7. Shalat adalah amalan anggota badan dengan bentuknya mengerjakan, sedangkan puasa adalah amalan anggota badan yang sifatnya menahan diri dan meninggalkan sesuatu.
  8. Haji adalah amalan badaniyah dan maaliyah bagi orang yang mampu melakukan perjalanan.
  9. Semua bentuk rukun Islam tidak lepas dari tiga hal: (1) badzlul mahbub (mengeluarkan sesuatu yang dicintai) seperti pada zakat; (2) al-kaffu ‘anil mahbub (menahan sesuatu yang dicintai) seperti pada puasa; (3) ijhadul badan (berjuang dengan badan) seperti pada puasa dan haji.
  10. Kenapa rukun Islam hanya disebut lima saja tidak ada lainnya? Jawabnya, karena hukum syari’at ini ada yang wajib dan ada yang sunnah. Perkara yang sunnah tentu tidak jadi bagian dari rukun. Sedangkan perkara yang wajib itu ada dua macam yaitu wajib kifayah dan wajib ‘ain. Contoh wajib kifayah adalah amar makruf nahi mungkar dan berdakwah. Sedangkan yang disebut dalam rukun Islam, ada kewajiban yang terkait harta seperti pada zakat, ada kewajiban yang terkait badan seperti mengerjakan shalat; ada kewajiban yang terkait badan dan harta seperti haji; dan ada kewajiban yang terkait lisan seperti syahadat. Rukun Islam ini masuk wajib ‘ain.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply