15

Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif

Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif- Nah kalian akan mendapatkan ilmu ini saat masuk ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) ataupun Sekolah Menengah keatas. Tapi tidak dipungkiri juga bila kalian masih belum mengerti mengenai ilmu yang satu ini.

Jadi kali ini kakibu akan menjelaskan mengenai perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif ini.

Untuk itu ikuti terus penjelasan-penjelasan kakibu di bawah ini, untuk bisa mendapatkan ilmu dan wawasan yang bermanfaat lainnya.

Pengertian Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif

pengertian perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif,perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif

Perkembangbiakan tak kawin (Vegetatif) merupakan perkembangbiakan yang dilalui tanpa adanya pertemuan atau peleburan sel kelamin. Oleh karena itu hasil dari perkembang biakan ini sifatnya sama seperti induknya.

Perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan bisa terjadi secara alami maupun dengan bantuan. Jika secara alami perkembangbiakan ini bisa melalui beberapa cara, yaitu dengan tunas, umbi, stolon, rhizoma, dan spora. Sedangkan jika perkembangbiakan ini buatan, bisa dibuat dengan cara mencangkok, stek, menyambung menempel, dan merunduk.

Jadi untuk itu kakibu akan menjelaskan macam-macam cara perkembangbiakan secara vegetatif ini bersamaan dengan proses terjadinya. Jadi ikuti terus ya penjelasan-penjelasan di bawah ini.

Macam-Macam Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif Beserta Proses Terjadinya

Macam dan proses perkembangbiakan vegetatif

Berikut ini adalah penjelasan mengenai macam dan proses terjadinya perkembangbiakan secara vegetatif ini. Berikut penjelasannya:

Perkembangbiakan Vegetatif Alami

1. Tunas

Tunas adventif adalah tunas yang tumbuh tidak hanya di ujung batang dan ketiak daun saja. Tunas ini biasanya tumbuh dibagian tumbuhan yang biasanya tidak bertunas seperti pada bagian daun dan akar.

Berikut adalah jenis-jenis tunas yang melakukan vegetatif alami:

  • Tunas Batang: Bambu, Pisang, dan Aglaonema
  • Tunas Akar: Cemara, Sukun, Dan Kesemek
  • Tunas Daun: Cocor bebek ( disebut juga tunas adventif)

2. Umbi

Umbi selain fungsinya yang berperan dalam menyimpan cadangan makanan, umbi juga bisa berperan sebagai alat  perkembangbiakan. Berdasarkan cirinya umbi bisa dibedakan atas umbi batang, umbi akar, dan umbi lapis.

Umbi Batang ini memiliki ciri terdapat beberapa mata tunas, sehingga dari satu umbi, kita dapat menghasilkan beberapa individu baru sebagai keturunannya. Contohnya adalah kentang dan ubi jalar.

Umbi Akar ini tidak memiliki mata tunas, sehingga tunas baru hanya muncul disatu tempat yaitu pada pangkal umbi yang merupakan tempat pelekatannya dengan batang. Contoh dari umbi akar ini adalah dahlia.

Umbi Lapis merupakan umbi yang tersusun atas lapisan-lapisan yang membungkus bagian yang disebut cakram. Dari cakram inilah nantinya akan muncul individu baru untuk menambah keturunannya. Contoh dari umbi lapis ini adalah bawang merah dan bakung.

3. Stolon Atau Geragih

Stolon atau geragih ini merupakan modifikasi batang yang tumbuh menjalar di atas permukaan tanah, sehingga pada tempat-tempat tertentu akan membentuk individu baru . Contoh dari stolon ini adalah strawbery dan pegagan.

4. Rhizoma Atau Rimpang

Rhizoma merupakan modifikasi dari batang yang tumbuh menjalar di bawah permukaan tanah. Salah satu ciri rhizoma ini adalah adanya ruas-ruas tertentu, sehingga dari ruas tersebut tumbuhan bisa menumbuhkan individu baru. Contoh dari Rhizoma adalah Sansiveira, Jahe, dan Lengkuas.

5. Spora

Spora merupakan alat perkembangbiakan tumbuhan selain tumbuhan biji . contoh dari tumbuhan yang menggunakan cara spora ini adalah tumbuhan lumut dan paku.

Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

1. Mencangkok

Mencangkok merupakan salah satu metode perkembangbiakan vegetatif buatan yang bertujuan untuk mendapatkan tanaman baru yang memiliki sifat baik seperti induknya. Misalnya adalah mempertahankan rasa dari buah dan agar tanaman lebih kuat terhedap hama penyakit.

Tumbuhan hasil cangkokkan bisa ditanam didalam pot karena tanaman tersebut sangat mudah untuk dirawat, selain itu, pohonnya juga tidak akan terlalu tinggi dan tidak mempunyai akar tunggang. Contoh tumbuhan yang bisa dicangkok adalah Mangga, Jambu air, Jeruk, dll.

Cara Mencangkok:

  • Tandai bagian yang akan dicangkok
  • Buat sayatan melingkar sepanjang 3 – 5 cm, di bagian bawah kuncup daun.
  • Hilangkan kambium dan lendir dengan pisau, kemudian keringkan selama 2 – 5 hari.
  • Tutup bekas sayatan dengan campuran tanah dan pupuk.
  • Bungkus bekas sayatan dengan plastik berlubang atau sabut kelapa. Selama ditutup, sirami secara teratur bagian yang dibungkus tadi hingga akarnya tumbuh cukup banyak.
  • Buka pembungkusnya.
  • Potong ranting pada bagian bawah pembungkusnya.
  • Ranting yang sudah berakar dipindahkan dan ditanam di dalam pot tersendiri.
  • Tanaman hasil cangkokan dapat terus tumbuh sebagai tanaman baru

Catatan: Saat mencangkok jaringan floem harus dihilangkan, agar zat makanan hasil fotosintesis terhenti di daerah pemotongan, dan pada akhirnya akan merangsang pertumbuhan akar.

Keuntungan dan kerugian dari mencangkok:

  • Tumbuhan hasil cangkok lebih cepat tumbuh dari pada tumbuhan yang ditanam dari biji dan memiliki sifat yang sama dengan induknya.
  • Tumbuhan hasil cangkok biasanya mudah roboh, karena sistem perakarannya adalah serabut dan umurnya lebih pendek dari pada tumbuhan yang ditanam dengan biji.

2. Stek

Setek adalah perkembangbiakan pada tumbuhan dengan cara menanamkan potongan atau bagian dari tumbuhan. Bagian dari tumbuhan yang dapat ditanam berupa batang, tangkai, atau daun.

Tidak semua tumbuhan dapat disetek. Contoh tumbuhan yang dapat disetek adalah singkong dan mawar. Singkong dapat disetek bagian batangnya, sedangkan mawar dapat disetek bagian tangkainya.

Cara melakukan stek:

  • Cara mensetek (misalnya setek batang) adalah dengan memotong bagian batang secara meruncing, kemudian menancapkannya ke dalam tanah. Selang beberapa hari kemudian, potongan tersebut mampu menumbuhkan akar dan tunas baru.

3. Menempel

Menempel ini adalah menempelkan mata tunas dari dua tanaman yang sejenis, tetapi berbeda sifat. Misalnya mangga manalagi dengan mangga arum manis.

4. Mengeten

Mengenten atau menyambung adalah menggabungkan batang bawah dan batang atas tanaman sejenis.  Seperti yang saya mengeten ini dilakukan dengan cara menyambung pucuk tanaman dengan batang tanaman lain. Pucuk diambil dari tanaman penghasil buah yang besar dan manis, bunga yang indah, atau daun yang menarik. Sedangkan batang bawah diambil dari tanaman berbatang kuat.

Tumbuhan yang dapat disambung antara lain kopi, mangga, dan durian. Teknik menyambung ini bertujuan untuk memperoleh tumbuhan yang memiliki akar kuat, batang yang kokoh, serta rasa buah yang enak.

Cara mengenten adalah sebagai berikut:

  • Belah bagian tengah batang bawah.
  • Potong pucuk atas membentuk baji.
  • Pucuk atas disambungkan dengan batang bawah.
  • Ikat dengan tali plastik seerat mungkin, sehingga sambungan kokoh
  • Diamkan hingga kedua bagian menyatu. Sirami dan beri pupuk secukupnya

Penutupan

Mungkin sekian dulu materi dari kakibu, bila ada salah kata dan perbuatan, kakibu mohon maaf sebesar-besarnya, dan jangan lupa ikuti terus kakibu untuk mendapatkan berbagai ilmu dan wawasan yang berguna untuk kehidupan.

Sekian dari kakibu, sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply