1
719

Surat Izin Usaha: Pengertian, Fungsi, Persyaratan, Prosuder dan Contoh [Terbaru]

Surat Izin Usaha-Surat ini pastinya sangatlah penting bukan bagi kalian yanga akan membuat usaha atau akan menata karir sebagai pengusaha.

Tapi adakah diantara kalian yang masih belum bisa membuat surat izin usaha ini? Pastinya ada iyakan? Apa lagi bagi orang-orang yang akan memulai usaha.

Tapi sekarang tenang saja, Kenapa? Karena pada hari yang berbahagia ini saya akan membahas masalah, bagaimana sih caranya membuat surat izin usaha ini.

Ya, hari ini kita akan membahas maslah surat izin usaha ini, mulai dari pengertian, fungsi, persyaratan, prosedur, dan contoh dari surat izin ini sendiri.

Jadi simak baik-baik penjelasan di bawah ini agar bisa kalian jadikan refrensi kedepannya.

Oke tidak usah banyak omong lagi, les’t to topic.

Pengertian Surat Izin Usaha

Pengertian surat izin usaha,surat izin usaha, surat izin

Apasih sebenarnya surat izin usaha ini? Surat izin ini adalah surat perizinan yang digunakan sebagai sebuah alat/senjata untuk pengawasan, pengarahan, pengendalian, serta pembinaan dalam proses pengelolaan suatu usaha.

Apakah kalian mengerti, kenapa kok kita harus atau wajib membuat surat izin ini?

Menurut dasar hukumnya alasan kita wajib membuat surat izin usaha ini Itu karena menurut pemerintah yang dituangkan dalam peraturan Menteri Nomor 36/M-DAG/PER/9/2009, bahwa perizinan usaha dilakukan agar tercapai sebuah ketertiban dalam usaha, kelancaran arus barang, dan kesempatan untuk mengambangkan usahanya sendiri.

Bisa dibilang juga, apabila kita memiliki surat usaha, maka dapat dikatakan, bahwa kita memiliki pendukung untuk keamanan usaha kita.

Ada pula definisi lain dari surat izin ini, yaitu surat izin ini menjadikan ciri khusus identitas dari pendiri usaha tersebut, sehingga usaha tersebut mendapatkan pandangan yang sah oleh konsumen, karena telah mendapat izin/ lisensi dari pemerintah.

Pembuatan surat izin ini juga sebagai bentuk kepatuhan kita sebagai pengusaha terhadap undang-undang yang telah ditetap oleh pemerintah yang berwenang.

Jenis-Jenis Surat Izin Usaha Beserta Contohnya

jenis-jenis surat izin usaha, surat izin usaha, surat izin

Nah kalau kita teliti lagi, jenis-jenis surat izin ini banyak luamayan banyak. tapi didalam surat izin ini terbagi atas masing-masing bidang, yaitu: bidang perdagangan, perikanan, tempat usaha, perusahaan dan masih banyak lagi.

Kalian khawatir? Udah jangan khawatir, kenapa? Karena pada hari ini juga kita akan membahas masalah jenis-jenis surat izin ini juga. Jadi kalian hanya menyimak penjelasan-penjelasan di bawah agar mengerti betul tentang jenis-jenis surat izin ini.’

Surat Izin Usaha Perdagangan (SUIP)

Surat izin usaha perdagangan, surat izin usaha

Seperti namanya di atas, SUIP ini adalah surat izin untuk bisa melakukan perdagangan. Jadi setiap pedagang atau pengusaha wajib mempunyai SUIP ini. Ya SUIP yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah ini dibutuhkan oleh pelaku usaha perseorangan maupun pelaku usaha yang telah berbadan hukum.

Surat Izin ini juga tidak hanya diperlukan oleh pengusaha besar saja, melainkan perusahaan kecil dan menengah agar usaha dan perusahaannya itu mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari pihak pemerintah.

Kenapa kok perusahaan kecil dan perusahaan menengah juga harus mempunyai SUIP ini? Karena hal ini untuk menghindari terjadinya masalah yang dapat menggangu perkembangan usaha maupun perusahaan pada kemudian harinya.

Siapa yang mengeluarkan SIUP ini? SIUP ini adalah surat izin yang berikan oleh menteri maupun penjabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan usaha dibidang perdagangan/jasa. SIUP ini diberikan kepada semua perusahaan, baik dari perorangan, firma, CV, PT, Koperasi, BUMN, dan masih banyak lagi.

Jadi kalian disini bisa tau kan bahwa, tidak hanya perusahaan atau usaha besar saja yang membutuhkan SIUP ini. Maka dari itu bagi kalian yang mempunyai usaha-usaha yang masih kecilpun harus mempunyai SIUP ini.

Fungsi SIUP

Jika anda masih bingung masalah SIUP ini, anda bisa menyimak penjelasan di bawah ini yang terkait akan fungsi dari SIUP ini, berikut penjelasaannya:

  • SIUP sebagai alat pengesahan dari sebuah usaha oleh pemerintah.
  • SIUP bisa menjadi suatu syarat untuk dapat mengikuti proses lelang yang diselanggarakan oleh pemerintah
  • SIUP akan sangat memudahkan kita saat kita melakukan proses ekspor/ impor. Karena jika memiliki SIUP ini maka pengurusannya akan lebih mudah.

Syarat-Syarat Pembuatan SIUP

Nah kali ini jika anda juga belum mengerti apa saja yang akan dibawa saat akan mengurus SIUP ini, anda bisa menyimak penjelasaannya di bawah. Tapi!! Ada tapinya nih. Persyaratan administrasi untuk pembuatan SIUP ini dibedakan berdasarkan bentuk usaha yang dijalankannya, berikut penjelasan mengenai SIUP ini:

1. Syarat-Syarat Untuk Perseroan Terbatas (PT)

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari direktur utama/penanggung jawab perusahaan ataupun pemegang saham perusahaan tersebut.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) jika sang penanggung jawabnya adalah seorang perempuan
  • Fotokopi NKWP
  • Surat keterangan domisili atau bisa disebut SITU
  • Fotokopi akta pendiri PT yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM
  • Fotokopi surat pengesahan badan hukum dari Badan Hukum dan HAM
  •  Surat Izin Gangguan (HO)
  • Izin Prinsip
  • Neraca perusahaan
  • Pasfoto Direktur/Penanggung jawab/Pemilik Perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 Lembar)
  • Materai Rp.6000
  • Izin teksnis dari instansi terkait jika diminta

2. Syarat-Syarat Untuk Koperasi

  •  Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dari Dewan pengurus dan Dewan Pengawas Koperasi
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi Akta pendirian Koperasi yang telah disahkan instansi berwenang
  • Daftar susunan Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas
  • Fotokopi SITU dari Pemerintah Daerah (PEMDA)
  • Neraca Koperasi
  • Materai Rp.6.000
  • Pasfoto Direktur Utama/ Penanggung jawab/Pemilik Koperasi dengan ukuran 4 x 6 (2 Lembar)
  • Izin lain yang terkait (misalnya jika usaha anda menghasilkan limbah, anda harus memiliki izin dari AMDAL dari badan pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) setempat.

3. Syarat-Syarat Untuk Perusahaan Perseorangan

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemegang saham perusahaan
  • Fotokopi NPWP
  • Surat keterangan domisili atau yang kita kenal dengan SITU
  • Neraca perusahaan
  • Materai Rp.6.000
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/Pemilik Perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  • Izin lain yang terkait usaha yang dijalankan.

4. Syarat-Syarat Untuk Perusahaan Perseroan Terbuka (Tbk)

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dari Direktur Utama/Penanggung jawab/ Pemilik Perusahaan
  • Fotokopi SIUP sebelum menjadi perseroan terbuka
  • Fotokopi Akta Notaris Pendirian dan Perubahan perusahaan dan surat persetujuan status perseroan tertutup menjadi perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka dari Departemen Hukum dan HAM
  • Surat Keterangan dari badan Pengawas Pasar Modal bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melakukan penawaran telah melakukan penawaran umum secara luas dan terbuka
  • Fotokopi Surat Tanda Penerimaan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan (STP-LKTP) Tahun buku terakhir
  • Pasfoto Direktur Utama/Penanggung Jawab/Pemilik Perusahaan dengan ukuran 4 x 6 (2 lembar)

Prosedur Pembuatan SIUP

Nah apakah anda sudah melakukan syarat-syarat pembuatan SIUP? Jika sudah pastinya kalian harus tsu dong bagaimana prosedur pembuatan SIUP ini.

Jadi simak baik-baik ya penjelasan mengenai prosedur pembuatan SIUP ini. Berikut penjelasannya:

1. Mengambil Formulir Pendaftaran/Surat Permohonan Yang Ada di Kantor Dinas Perdagangan

Direktur utama/Penanggung jawab/Pemilik perusahaan bisa mendatangi secara langsung ke kantor Dinas Perdagangan atau kantor Pelayanan Perizinan setempat. Bila ke-3 orang tadi berhalangan untuk mengambilnya, anda bisa menyuruh orang yang anda percayakan untuk mengambil formulir pendaftaran ini.

2. Formulir Pendaftaran Diisi dan Ditandatangani

Setelah anda mengambil formulir pendaftaran atau surat permohonan yang telah anda dapatkan dari kantor Dinas Perdagangan, selanjutnya anda harus mengisi formulir itu dengan benar dan lengkap, kemudian berilah materai Rp.6000 dengan disertai tanda tangan dari Direktur utama/Penanggung jawab/Pemilik perusahaan.

Nah setelah formulir itu diisi dengan benar dan lengkap, kemudian fotokopilah formulir itu sebanyak 2 rangkap dan digabung dengan berkas persyaratan administrasi yang telah diuraikan di atas.

Apabila anda menggunakan jasa orang lain untuk mengurus SIUP anda, maka wajib melampirkan surat kuasa bermateri, dan cukup ditandatangani oleh Direktur utama/Penanggung jawab/Pemilik perusahaan.

3. Membayar Tarif Pembuatan SIUP

Umumnya tarif pembuatan SIUP ini berbeda-beda, kenapa? Karena dalam setiap Kotamadya/Kabupaten, dan diatur oleh peraturan daerah dimasing-masing wilayah.

4. Pengambilan SIUP

SIUP ini biasanya selesai/jadi sekitar dua mingguan, dan setelah SIUP ini jadi, anda akan segera dihubungi oleh petugas atau pihak dari kantor, agar mengambil SIUP milik anda yang sudah jadi.

Contoh Formulir SIUP

Jika anda masih beum tau bagaimana cara membuat formulir, mungkin ada bisa menirukan contoh yang saya berikan di bawah ini, untuk bisa anda jadikan refrensi. Berikut contohnya:

SIUP, Surat Izin Usaha

kompasiana.com

Surat Izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

surat izin tanda daftar perusahaan, surat izin usaha

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) ini adalah daftar catatan resmi yang diselengggarakan menurut ketentuan undang-undang atau peraturan-peraturan pelaksanaannya, dan memuat hal-hal yang wajib didaftarkan oleh pemilik perusahaan.

Setiap perusahaan wajib mempunyai TDP ini baik itu perusahaan yang berbentuk badan hukum, kopersai, perorangan, dll.

Setiap perusahaan yang berbentuk PT, CV, Fa, perserorangan, termasuk perusahaan asing yang menjalankan usahanya diwilayah negara Indonesia wajib mendaftarkan perusahaannya ke dalam daftaf perusahaan.

Tanda Daftar Perusahaan berlaku selama perusahaan tersebut masih beroperasi dan wajib daftar ulang perusahaan setiap 5 (lima) tahun sekali.

Perusahaan yang dikecualikan dari Wajib Daftar Perusahaan adalah:

  • Setiap perushaan yang berbentuk jawatan (perjan)
  • Perusahaan kecil perorangan yang tidak memerlukan izin usaha

Dasar Hukum:

  • Undang-undang Republik Indonesia No.3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan
  • Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No.14 Tahun 2002 tentang Wajib Daftar Perusahaan
  • Surat Keputusan Menperindag No.596/MPP/Kep/9/2004 tentang standart penyelenggaraan Wajib Daftar Perusahaan

Fungsi TDP

Nah di atas adalah pengertian dari TDP, tapi apakah kalian tau apakah fungsi sebenarnya TDP ini? Nah bagi kalian yang belum mengerti apakah fungsi TDP ini, kalian bisa simak penjelasan di bawah agar bisa lebih mendalami tentang Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Tanda Daftar Perusahaan atau yang disingkat TDP ini pada umumnya berguna untuk, mencatat keterangan sebuah perusahaan serta menjadi informasi penting yang bersifat resmi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Kalau diibarkan nih ya, TDP ini adalah identitas dari suatu perusahaan, yang sudah pasti dapat menjamin kepastian usaha.

Kak, bagaimana jika TDP yang kita miliki hilang? Jawabannya tenang saja my friend.

Kenapa? Karena jika TDP kalian hilang kalian bisa mengajukan permintaan tertulis kepada kantor pendaftaran perusahaan agar memperoleh pengganti TDP kalian yang hilang, dalam waktu yang selambat-lambatnya 3 bulan setelah kehilangan.

Syarat-Syarat Pembuatan TDP

Nah seperti SIUP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) ini juga mempunyai syarat-syarat yang harus anda ketahui dan laksanakan.

Terdapat beberapa jenis TDP yang harus diurus oleh setiap perusahaan, dengan membawa beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:

1. Syarat-Syarat Untuk Membuat TDP Penerbitan

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dari Direktur Utama/Penanggung Jawab/Pemilik Perusahaan
  • Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan (bagi usaha yang berbadan hukum)
  • Fotokopi Izin Ganggunan (HO)
  • Fotokopi SIUP
  • Fotokopi NPWP
  • Map Buffalo Merah muda/Pink
  • Surat Kuasa dan Fotokopi KTP penerima kuasa bagi pemohon yang pengurusan izinnya melalui orang lain/menggunakan jasa

2. Syarat-Syarat Untuk Membuat TDP Perpanjangan (Daftar Ulang)

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Pemilik perusahaan/Direktur utama/Penanggung jawab perusahaan
  • Fotokopi NPWP
  • TDP asli dan fotokopi yang berlaku sebelumnya
  • Fotokopi Akta pendirian perusahaan yang sudah disahkan dan Akta perubahan (bila akta itu ada)
  • Fotokopi pengesahan/pendaftaran Badan Hukum
  • Fotokopi IZin Gangguan (HO)
  • Fotokopi SIUP
  • Map Buffalo warna Merah muda/Pink
  • Surat Kuasa dan fotokopi KTP penerima kuasa bagi pemohon yang pengurusannya menggunakan jasa pihak lain untuk mengurus TDP perusahaan.

3. Syarat-Syarat Untuk Membuat TDP Perubahan

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Pemilik perusahaan/Direktur utama/Penanggung jawab perusahaan
  • Fotokopi NPWP
  • TDP asli dan Fotokopi yang berlaku sebelumnya
  • Fotokopi Akta pendirian perusahaan yang telah disahkan dan Akta perubahan (bila akta itu ada)
  • Fotokopi pengesahan/pendaftaran dari Badan Hukum
  • Fotokopi Izin Gangguan (HO)
  • Map buffalo warna merah muda/ Pink
  • Surat kuasa dan Fotokopi KTP penerima kuasa bagi pemohon yang pengurusan izin TDP nya melalui jasa pihak lain

4. Syarat-Syarat Untuk Membuat TDP Kantor Cabang Perusahaan

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Pemilik Perusahaan/Direktur Utama/Penanggung Jawab perusahaan
  • Surat penunjukan kepala cabang/ Akta pembukaan kantor cabang
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi SIUP kantor pusat perusahaan yang telah dilegalisir oleh penjabat penerbit SIUP (3 rangkap)
  • Fotokopi IZin Gangguan (HO)
  • Map Buffalo warna merah muda/pink
  • Surat Kuasa dan fotokopi KTP penerima kuasa bagi pemohon yang pengurusan izin TDP nya diwakilkan melalui jasa pihak lain.

5. Syarat-Syarat Untuk Membuat TDP Penutupan

  • Permohonan penutupan izin gangguan yang ditandatangani pemilik perusahaan dengan disertai materai RP.6.000
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Pemilik perusahaan/Direktur utama/ Penanggung jawab perusahaan
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi Penutupan IzIn Gangguan
  • Fotokopi Penutupan SIUP
  • Map Buffalo warna merah muda/pink
  • Akta perubahan domisili untuk berbadan hukum

Prosedur Pembuatan TDP

1. Perusahaan harus membayar biaya admistrasi pendaftaran TDP sesuai dengan surat keputusan Menteri Perdagangan No.286/Kep/II/85.

2. Petugas Kantor Pendaftaran Perusahaan

3. Permohonan TDP yang berupa yayasan ataupun PT wajib mendapatkan pengesahan dan persetujuan Akta pendirian perusahaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MENKUMHAM) terlabih dahulu.

4. Perusahaan mengambil formulir permohonan TDP
Berikut Rincian Pemohon:

  1. Untuk permohonan badan usaha perusahaan perorangan atau perusahaan CV akan lebih baik jika badan usaha/perusahaan itu didaftarkan di Pengadilan Negeri setempat sesuai dengan domisili perusahaan
  2. Jika berkas sudah siap, petugas dari kantor pendaftaran perusahaan akan meneliti dan memeriksa jika memenuhi syarat wajib daftar perusahaan, maka sertifikat TDP akan dikeluarkan.
  3. Bagi pemohon TDP badan usaha atau perusahaan PT non PMA, PT-PMA, dan Yayasan, maka badan usaha seharusnya lebih baik jika telah mendapatkan pengesahan Akta Pendirian/Perubahan Menteri Perhakiman  dan HAM RI atau persetujuan setelah waktu tanggal penerimaan laporan perusahaan.
  4. Perusahaan mengambil formolir, mengisi, menandatangani permohonan dan mengajukan permohoanan TDP kepada Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota/Kabupaten.
  5. Bagi permohonan TDP badan usaha KOPERASI, maka badan usaha/perusahaan harus terlebih dahulu mendapatkan pengesahan Akta pendirian /Perubahan dari instansi terkait.

Contoh TDP

Jika kalian masih bingung akan penjelasan diatas kalian bisa melihat contoh dari Tanda Daftar Perusahaan (TDP) di bawah ini:

Surai izin usaha, tanda daftar perusahaan, contoh TDP

djandoyo.blogspot.com

Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

surat izin tempat usaha, surat izin usaha, surat izin

Bagi kalian pebisnis muda, atau bagi kalian pebisnis baru ataupun lama, apakah sudah kalian membuat SITU ini? Jika belum, cepatlah membuatnya karena SITU ini juga akan mempengaruhi hasil dari usaha kalian nanti.

Kenapa kok mempengaruhi? Karena jika kalian tidak mempunyai SITU ini dalam perusahaan kalian, maka perusahaan itu tidak akan dianggap ada oleh masyarakat maupun pemerintah.

Nah sebenarnya SITU ini apasih? SITU adalah sebuah izin yang diberikan kepada perorangan, perusahaan, badan untuk memperoleh tempat usaha sesuai dengan tata ruang wilayah yang diperlukan dalam rangka penanaman modal usaha.

Jadi jika perusahaan kalian belum memiliki SITU ini, segeralah membuatnya, karena SITU ini akan berdampak besar akan perusahaan kalian dimasa depan.

Fungsi SITU

SITU ini sendiri mempunyai fungsi yang sangat penting bagi perusahaan kalian, yaitu untuk memperoleh izin atas pendirian perusahaan atau kantor dan agar terhindar dari gangguan pihak lain dan kerugian yang kadang bisa saja terjadi.

Nah dari sini kalian udah ngertikan seperti apa wajibnya memakai atau mendaftar SITU ini.

Syarat-Syarat Pembuatan SITU

Nah berikut syarat-syarat yang harus kalian ketahui dan lengkapi sebelum mendaftar SITU ini:

  • Surat permohonan dengan disertai materai Rp.6.000 dan lengkap dengan stempel atau cap perusahaan tersebut
  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari Direktur Utama/Pemilik Perusahaan/Penanggung Jawab Perusahaan dan surat izin khusus bagi warga negara asing
  • Adanya surat kuasa dan fotokopi KTP penerima kuasa apabila pengurusan SITU tersebut diserahkan kepada orang lain
  • Fotokopi IMBG yang sesuai dengan aktivitas usaha dan masih berlaku
  • Fotokopi evidensi penguasaan hak tanah yang terdiri dari perjanjian sewa menyewa, sertifikat, perjanjian pinjam pakai dan perjanjian lainya yang masih memiliki keterkaitan dengan pembuatan SITU tersebut
  • Fotokopi STTS PBB dan DPPT tahun terakhir
  • Fotokopi Akta pendirian perusahaan atau kantor, Akta perubahan dan Akta pengesahannya
  • Adanya persetujuan dari lingkungan seperti dari warga atau tetangga yang berjarak radius 200 m dari lokasi tempat usaha yang telah diketahui oleh RT/RW/Lurah/Camat
  •  Adanya surat keterangan domisili usaha

Prodesur Pembuatan SITU

Nah jika kalian masih belum mengetahui bagaimana saja prosedur membuat SITU ini, silahkan simak penjelasan di bawah ini:

  • Mengisi formulir SITU dengan dilampiri keterangan izin surat tertulis dari warga atau tetangga kanan, kiri, depan, dan belakang tempat usaha. Izin dari warga atau tetangga itu berupa tanda tangan dan menyatakan tidak keberatan dengan adanya tempat usaha yang akan anda jalankan.
  • Meminta pengesahan terhadap formulir permohonan SITU yang diketahui oleh penjabat kelurahan dan kecamatan setempat untuk memperkuat izin SITU tersebut
  • Setelah izin SITU tersebut sudah diketahui oleh lurah dan camat setempat, maka selanjutnya formulir permohonan SITU tersebut diurus ke Kotamadya ataupun Kabupaten setempat untuk memperoleh Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
  • Membayar izin usaha tersebut dan mendaftar ulang
  • Setelah itu semua anda lakukan maka prosedur membuat SITU ini selesai, dan anda tinggal menunggu panggilan dari petugas atau kantor pembuat SITU untuk mengambil Surat izin anda.

Contoh SITU

Jika anda masih bingung akan penjelasan di atas anda mungkin bisa menirukan dari contoh yang akan saya kasih di bawah ini:

contoh SITU, surat izin usaha

kumpulan.net

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

AMDAL, surat izin usaha

Apasih sebenarny AMDAL ini? Nah kalau secara umum bisa kita simpulkan kalau AMDAL ini adalah suatu kajian untuk mengetahui dampak lingkungan yang disebabkan oleh adanya sebuah kegiatan yang direncanakan, misalnya proyek baru.

Ada juga pendapat yang mengatakan AMDAL adalah suatu proses dalam studi formal untuk memperkirakan masalah dampak lingkungan yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kegiatan proyek.

Tapi kalau menurut PP no 27 tahun 1999, pengertian AMDAL adalah suatu kajian dari suatu dampak besar serta penting untuk melakukan pengambilan keputusan suatu usaha atau juga kegiatan yang direncanakan di dalam lingkungan hidup.

Analisis ini biasanya dilakukan ketika akan dilakukan suatu proyek baru. AMDAL bersifat menyeluruh, meliputi dampak biologi, sosial, ekonomi, fisika, kimia maupun budaya. Jadi bisa kita simpulkan bahwa AMDAl ini tidak hanya berfokus kepada lingkungan hidup saja tetapi juga komponen lainnya yang terkait.

Tujuan AMDAL

Pada umumnya tujuan dari AMDAL ini sendiri adalah untuk mengetahui kemungkinan dampak yang akan ditimbulkan dengan adanya sebuah rencana usaha atau kegiatan tertentu.

Dengan kita mengetahui dampaknya, maka pelaksanaan usaha/kagiatan dapat membuat perencanaan lebih matang agar nantinya kegiatan tidak berdampak buruk pada lingkungan atau merugikan banyak pihak.

Fungsi AMDAL

Nah berikut adalah fungsi-fungsi AMDAL untuk kelanjutan perusahaan dan usaha anda, jadi simak baik-baik ya. Berikut fungsinya:

  • Sebagai acuan untuk mengambil keputusan mengenai kelayakan suatu rencana usaha atau bisa dibilang kegiatan terhadap lingkungan hidup
  • Sebagai masukan dalam menyusun desain teknis dari suatu rencana dan kegiatan
  • Sebagai masukan dalam menyusun rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  • Sebagai informasi bagi masyarakat tentang dampak yang mungkin terjadi dari rencana usaha atau kegiatan
  • Sebagai acuan rekomendasi izin usaha/kegiatan
  • sebagai dokumen ilmiah dan dokumen legal
  • sebagai bahan proses perencanaan pembangunan suatu wilayah

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

nomor pajak waji pajak, surat izin usaha, surat izin

Nah apasih NPWP ini? NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Manfaat NPWP

Nah NPWP ini juga sangatlah penting untuk anda miliki sebagai pebisnis baru, pebisnis muda ataupun juga pebisnis lama tapi belum memiliki NPWP.

Coba simaklah penjelasan di bawah ini mengenai manfaat dari NPWP ini:

1. Kemudahan Pengurusan Administrasi, dalam:

  • Pengajuan kredit bank
  • pembuatan rekening koran di bank
  • pengajuan SIUP/TDP
  • pembayaran pajak final (PPh Final, PPN dan BPHTB, dll)
  • Pembuatan paspor
  • Mengikuti lelang di instansi pemerintah, BUMN dan BUMD

2. Kemudahan Pelayanan Perpajakan

  • Pengembalian pajak
  • pengurangan pembayaran pajak
  • penyetoran dan pelaporan pajak

Contoh Kartu NPWP

kartu pajak, surat izin usaha, surat izin

cermati.com

Nomor Rekening Bank (NRB)

nomor rekening bank, surat izin usaha

Apasih sebenarnya NRB ini? Nah untuk NRB ini sendiri merupakan nomor rekening dalam buku bank yang diberikan oleh bank kepada calon pengusaha untuk kepentingan transaksi keuangan.

Fungsi NRB

Nah apasih fungsi NRB bagi perusahaan? Nah ini yang harus kalian ketahui, bahwa NRB ini juga penting bagi perusahaan, karena NRB ini untuk kepentingan segala transaksi keuangan usaha melalui bank

Contoh NRB

NRB, surat izin usaha, surat izin

ryanberjaya.blogspot.com

Nah mungkin sekian dulu ya dari saya, semoga ilmu-ilmu di atas bisa bermanfaat bagi anda yang akan memulai bisnis anda.

Ambil yang anda kira positif dan buang yang anda kira negatif. Enjoy every process in life.

 

Salam Berilmu🤗

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply