1
161

√Teks Narasi: Pengertian, Tujuan, Ciri-ciri, Jenis-Jenis, dan Stuktur | Lengkap

Teks Narasi- Pada saat kalian belajar Bahasa Indonesia , pastinya kalian pernah mempelajari tentang teks narasi inikan. Teks narasi mungkin juga sering sekali kita gunakan untuk menceritakan sesuatu kepada orang tua, sahabat, teman, bahkan orang lain.

Namun diantara kalian juga masih ada yang belum terlalu paham mengenai, apa yang dimaksud dengan Teks Narasi ini? Nah untuk itu santuy aja pada kesempatan yang berbahagia ini kita akan membahas tuntas masalah teks ini mulai dari pengertiannya, tujuannya, ciri-cirinya, strukturnya, dan contohnya.

Jadi simaklah penjelasan di bawah ini dengan seksama, agar kita bisa ambil ilmunya dan menambah wawasan kita mengenai teks narasi ini.

Jadi skuy back to topic and enjoy every process study.

Pengertian Teks Narasi

Pengertian teks narasi, narasi

Kakibu.com

Teks narasi adalah bacaan berupa karangan yang menceritakan atau menjelaskan suatu peristiwa secara detail dari waktu ke waktu yang dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir. Nah dalam teks ini, cerita atau karangan yang dibuat bisa  berupa kejadian yang real (nyata) atau bisa juga fiksi (tidak nyata).

Teks narasi yang berupa kejadian real (nyata) ini,  bisa berupa sebuah peristiwa atau kejadian yang benar-benar dialami oleh sang penulis. Nah sedangkan teks narasi yang fiksi (tidak nyata) ini bisa berupa khayalan dari sang penulis untuk mencurahkan isi hatinya.

Contoh teks narasi yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari, umumnya contoh teks narasi ini banyak terdapat dalam cerita berupa cerpen maupun kisah-kisah novel, romansa dan lain sebagainya.

Nah kalian pernah berpikir tidak, kenapa teks prosedur ini sering sekali menjadi materi pembelajaran dan kerap sekali muncul dalam soal ujian? Ini karena teks ini termasuk merupakan  salah satu dari jenis-jenis teks dalam Bahasa Indonesia.

 

Baca juga: Teks Prosedur : Pengertian, Kaidah, Macam, Ciri, Dan Contoh

Tujuan Teks Narasi

tujuan teks narasi, teks narasi

Kakibu.com

Nah bagi kalian yang belum tau tujuan teks narasi, mungkin kalian bisa melihat penjelasannya di bawah ini.Supaya kalian lebih mengerti, teks ini dibuat untuk apa.

Tujuan menulis karangan narasi secara fundenmental yaitu:

  • Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan.
  • memberikan pengalaman etestis kepada sang pembaca.

Nah kalau disimpulkan, tujuan dari teks narasi ini adalah pemberi informasi dan pengetahuan. Serta memberikan nilai yang baik kepada sang pembaca.

Baca juga: Teks Iklan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Ciri-ciri, Kaidah Kebahasaan, Dan Struktur [Terlengkap]

Ciri-Ciri Teks Narasi

ciri-ciri teks narasi

Kakibu.com

Masih adakah diantara kalian yang masih bingung membedakan teks narasi ini? Nah untuk sekarang mungkin kalan bisa tenang, karena saat ini kita juga akan membahas mengenai ciri-ciri dari teks ini.

Nah ini adalah ciri-ciri teks narasi menurut Gorys Keraf (2000:136)

  • Menonjol unsur perbuatan atau tidakan.
  • Dirangkai dalam urutan waktu.
  • Berusaha menjawab pertanyaan “apa ang terjadi?”
  • Ada konfliks.

Teks narasi dibangun sebuah alur cerita, Kalian setuju tidak kalau alur cerita tidak akan seru tanpa adanya konflik? Kalau aku sih setuju, karena cerita tanpa konflik tuh tidak seru. Selain itu alur cerita , konflik dan susunan kronologis, ciri-ciri teks narasi yang lebih lengkapnya lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31)

  • Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis.
  • Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
  • Berdasarkan konflik, karena tanpa konflik biasanya narasi tidak menarik.
  • Memiliki nilai estetika.
  • Menekankan susunan secara kronologis.

Ciri-ciri di atas yang dikemukakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa teks ini memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfliks. Perbedaanya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.

 

Baca juga: √Teks Pantun: Pengertian, Ciri-ciri, Macam-macam, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contoh [Lengkap]

Jenis-Jenis Teks Narasi

Jenis-jenis teks narasi

Kakibu.com

Nah kalau kalian belum tau sebenarnya teks narasi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: Narasi Informatif, Narasi Ekspositorik, Narasi Arsitik, dan Narasi Sugestif.

Narasi Informatif

Narasi Informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa, dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

Jadi kesimpulannya adalah narasi informatif ini adalah cara penyampaian informasi tentang suatu peristiwa kepada sang pembaca, dan dengan tujuan memperluas pengetahuan orang.

Narasi Ekspositorik

Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi mengenai kisah hidup seseorang. Dalam karangan narasi ekpositurik ini, penulis harus menuliskan suatu peristiwa berdasarkan data yang real (nyata), tanpa ditambah-tambahi dengan kisah fiktif. 

Karangan narasi ekspositorik biasanya mengangkat kisah hidup seseorang. Mulai dari kehidupan saat masih kecil, hingga masa-masa akhir kehidupannya. Narasi ekspositorik ini menggunakan bahasa yang logis, berdasarkan fakta, serta bersifat objektif.

Narasi Artistik

Narasi Arsitik adalah bentuk karangan narasi yang memiliki maksud dan tujuan khusus, Narasi ini biasanya bertujuan untuk menyampaikan amanat kepada pembaca sehingga sang pembaca seolah-olah menyaksikan sebuah kejadian secara langsung.

Bisa juga disamakan dengan narasi ekspositorik, dan narasi ekspotorik yang menggunakan bahasa yang logis, berdasarkan fakta, dan juga bersifat objektif.

Narasi Sugestif

Narasi Sugestif adalah karangan narasi yang bertujuan untuk memberikan sugesti kepada sang pembaca. Tujuan ini umumnya ada dalam karangan narasi dalam buku pengembangan diri yang bertujuan untuk membuat seseorang menjadi sosok yang lebih baik.

 

Baca juga: Teks Tantangan: Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Langkah-langkah, dan Contohnya

Struktur Teks Narasi

jenis-jenis teks narasi, teks narasi

Kakibu.com

Sebenarnya sih struktur teks narasi tidak beda jauh sama teks-teks lainnya. Ya teks ini disusun dari 4 (empat) bagian, yaitu orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda/ending.

Bagi saya struktur ini sangat penting untuk menciptakan sebuah teks atau cerita yang menarik saat sang pembaca membacanya.

Selain itu struktur teks ini juga dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun kerangka paragraf. Jadi simak penjelasan struktur di bawah ini:

Orientasi

Apa sih orientasi itu? Ada yang tau tidak? Nah orientasi ini adalah pembuka cerita, biasanya sih orientasi ini ditaruh dipaling awal, kenapa kok diawal? karena orientasi ini adalah pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah.

Nah ada yang tau tidak kenapa kok disebut pengenalan dari sebuah cerita? Ini karena pada teks narasi ini berisi  pengenalan tokoh, setting, latar tempat, latar waktu, dan berbagai komponen awal pengenal cerita lainnya.

Contoh:

Pada zaman dahulu hiduplah seekor kerbau yang sedang berjalan di padang rumput dengan bahagia, karena dia baru saja mendapatkan teman baru yaitu burung jalak.

Komplikasi

Komplikasi ini sendiri dalam sebuah cerita adalah saat sang tokoh mendapatkan problem ataupun mendapatkan persoalan. Jadi dari sini kalian taukan bahwa, jika disalah satu paragraf sang tokoh mendapatkan problem atau persoalan berarti itu adalah komplikasi dari cerita itu.

Contoh:

Disaat kerbau itu sedang mengutarakan kebahagiaannya dipadang rumput itu, tiba-tiba badannya gatal-gatal, dan saat dilihat ternyata ada banyak kutu dibadannya.

Resolusi

Kalau orientasi ini adalah cerita dimana sang tokoh utama mendapatkan ide umtuk menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi. Biasanya kita sering bangetkan ngelihat certia setelah pemeran utama mendapatkan konflik lalu agak lama sedikit dia menemukan jawaban dari konflik tersebut, nah itulah yang disebut resolusi.

Contoh:

Oh iya kenapa aku tidak meminta bantuan jalak aja ya buat membersikah kutu dibadanku.

Koda

Hmmmm, bisa dibilang koda ini adalah bagian akhir cerita yang mengandung makna dari cerita atau amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut. Nah jadi, jika kalian mengetahui ada amanat yang diselipkan sang penulis dicerita itu, bararti itu koda dari cerita itu.

Contoh:

Kita harus bahagia memiliki teman, karena selain merasa nyaman, memiliki teman juga membuat kita tidak merasa kesepian meskipun kita ditempat yang indah dan memiliki segalanya, tapi tanpa adanya teman maka akan merasakan bahwa dunia ini mati.

Penutup

Mungkin sekian dulu dari saya bila ada salah kata atau menyinggung saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Ambil positifnya dan buang bila yang kalian anggap negatif. Good luck, and enjoy.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply