1
88

√Teks Pantun: Pengertian, Ciri-ciri, Macam-macam, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contoh [Lengkap]

Teks Pantun- Tentu kita sebagai orang Indonesia, tidaklah asing saat mendengar kata pantun. Bahkan, mulai dari sekolah dasar kita sudah mengenal dan membuat yang namanya pantun ini. Tapi pastinya masih ada yang bingungkan mengenai, apa sih pentun ini? Bagaimana sih cara membuat pantun ini?.

Nah untuk itu anda tidak usah khawatir, karena kita akan membahas tuntas mengenai teks pantun ini mulai dari pengertian, ciri-cir, jenis-jenis, struktur dan kaidah kebahasaannya.

Tapi sebelumnya kalian tau tidak sejarah dari pantun ini? Ya pantun ini merupakan salah satu puisi lama dan pantun ini sendiri berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti penuntun dan masih banyak lagi versi-versi pantun disetiap daerah.

Oke lah tidak usah panjang lebar lagi, langsung saja kita bahas masalah teks pantun ini. Simak dengan baik dan enjoy.

Pengertian Teks Pantun

pengertian teks pantun, pantun

kakibu.com

Pantun ini adalah salah satu jenis puisi lama dalam kesusasteraan Bahasa Indonesia. Nah Pantun ini sendiri pada umumnya terdiri dari 4 (empat) baris bait, dibaris pertama dan kedua itu ialah sampiran, dan sedangkan dibaris ketiga dan keempat ialah isi dari pentun tersebut.

Umumnya 4 bait pantun itu bersajak a-b-a-b, maksudnya gimana? Maksudnya dibait pertama berakhiran huruf (a), jadi nanti dibait ketiga juga harus berakhiran (a), dan saat bait keduanya berakhiran (b), maka dibait keempat juga harus berakhiran (b).

 

Baca juga: Teks Prosedur : Pengertian, Kaidah, Macam, Ciri, Dan Contoh

Cir-Ciri Teks Pantun

ciri-ciri teks pantun, pantun

kakibu.com

Nah untuk pantun sendiri ada 2 jenis, yaitu: Pantun 4 baris dan pantun 2 baris. Nah dimasing-masing jenis ini, ada ciri-ciri yang menyertainya.

Pantun 4 baris ciri-cirinya:

  • Satu bait terdiri dari 4 baris.
  • Baris kesatu dan baris kedua itu merupakan sampiran pantun atau pembayang pantun.
  • Sedangkan baris ke 3 dan ke 4 nya itu merupakan isi dari pantun tersebut.
  • Satu baris terangkai dari 4-6 kata.
  • Satu bait terdiri dari 8-12 suku kata.
  • Pantun 4 baris ini bisa bersaja a-a-a-a atau a-b-a-b

Pantun 2 baris ciri-cirinya:

  • Dipantun 2 baris ini, 1 bait terdiri dari 2 baris.
  • Setiap baris memiliki 4-6 kata.
  • Sama hal nya dengan pantun 4 baris, pantun 2 baris terdiri dari 8-12 suku kata.
  • Pantun 2 baris memakai sajak a-a
  • Baris pertama adalah sampiran
  • baris kedua adalah isi.

 

Baca juga: √Teks Narasi: Pengertian, Tujuan, Ciri-ciri, Jenis-Jenis, dan Stuktur | Lengkap

Macam-Macam Teks Pantun

macam-macam pantu, pantun

kakibu.com

Nah seperti judulnya, disini kita akan membahas masalah macam-macam pantun ini juga. Jadi simak penjelasan-penjelasan di bawah agar kamu dapat mengetahui macam-macam dari teks pantun ini.

1. Pantun Agama

Pantun agama adalah Pantun yang berisi tentang nasihat kehidupan berdasarkan pemahaman agama atau pantun yang isinya mengajak dan mengingatkan kita akan ilmu agama.

Di kebun binatang ada kuda
Di hutan ada elang
Kalau mau masuk surga
Perbanyaklah ngaji dan sembahyang

2. Pantun Jenaka

Pantun jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, atau membacanya, dan terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung.

Nah atau bisa dibilang pantun jenaka, ialah pantun yang diharapan untuk bisa membuat suasana menjadi riang.

Dalam kandang ada bebek
Di luarnya ada kakek-kakek
Biarin aja wajah jelek
Tapi akhlak berwajah cantik

3. Pantun Percintaan

Pantun percintaan ini berisi tentang ungkapan hati seseorang akan perasaannya terhadap orang lain, yaitu orang yang sedang ada di dalam hatinya. Sering pula pantun ini berisi candaan terhadap orang yang jatuh cinta.

Jalan-jalan ke Lampung
Pulang-pulang udah malam
Kalo ada abang yang rajin sembahyang
Mau dong dijadiin imam

4. Pantun Teka-Teki

Pantun teka-teki adalah pantun yang memberikan candaan kepada sang pendengan atau pembaca dengan cara memberikan teka-teki. Petunjuk yang diberikan dalam pantun teka-teki ini juga sering sekali terkesan tidak harifah.

Ke warung kopi malam-malam
Saat mau ke sana ketemu ibu
Buah apa yang berisi putih, berkulit hitam
Rasanya manis, semanis kamu

5. Pantun Perpisahan

Pantun Perpisahan adalah pentun yang mengungkapkan rasa kehilangan dari si penulis pantun karena ditinggalkan orang yang disayanginya, atau bisa juga isi dari pantun ini berisi harapan agar si penutur dan si pendengar bisa bertemu kembali.

Indah ku pandang bulu merpati
Dengan kepakan sayap yang berwarna putih
Berjabat tangan kita mengucapkan janji
Ingat kataku, aku pergi pasti akan kembali

6. Pantun Adat

Pantun adat adalah pantun yang berisi tentang suatu hal-hal yang berbau adat dan budaya.

Malam-malam cari soto babat
Sampai sana eh ada si rojali
hidup dinuia biar beradat
bahasa tidak dijual belikan

7. Pantun Nasihat

Pantun budi adalah pantun yang berisi nasihat-nasihat kepada yang pendengan atau sang pembaca agar selalu berlaku baik dalam kehidupan.

Di Pesantren ada ustadz
Pesantrennya ada di Malang
Belajarlah dengan giat
Untuk menggapai masa depan yang gemilang

8. Pantun Pahlawan

Pantun pahlawan adalah pantun yang berisikan semangat juang pahlawan.

Si Dilan ada di Bandung
Sinetron ada di Jakarta
Majulah dengan bambu runcing
Karena tekadmu demi bangsa

9. Pantun Peribahasa

Pantun Peribahasa ini adalah pantun yang berisi berbagai macam pepatah, idiom, maupun peribahasa dalam penyampaian maksudnya. Maka dari itu, kata-kata yang disampaikan tidak dapat diartikan secara harifah

Ke Pasar beli buah
Buahnya buah cery
kalau sudah dapat gading bertuah
Tanduk tidak berguna lagi

 

Baca juga: Teks Iklan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Ciri-ciri, Kaidah Kebahasaan, Dan Struktur [Terlengkap]

Struktur Teks Pantun

struktur pantun, pantun

kakibu.com

Nah Kalau anda tau, sebenarnya pantun memiliki 2 pokok struktur utama, yaitu: Sampiran dan isi.

  • Untuk sampiran ini sendiri adalah 2 larik atau 2 baris atas yang berisikan hal-hal yang mengenai kehidupan sehari-hari. Fungsi sampiran ini adalah menyiapkan rima dan irama agar sang pendengar atau pembaca bisa memahami isi pantun dengan mudah.
  • Untuk isi sendiri adalah 2 larik atau 2 baris paling bawah yang berisikan pesan-pesan yang terkandung dalam pantun tersebut. Fungsi isi pantun ini adalah mengungkapkan isi hati sang penulis pantun agar bisa didengar atau dibaca oleh orang banyak.

Nah ini adalah salaj satu aturan umum yang berlaku pada pantun, yang sama halnya dengan puisi lama, yaitu: satu larik pantun terdiri dari 6-112 suku kata. Namun, aturan ini tidak selalu berlaku dan bersifat baku. Pola rima atau yang bisa dibilang sajak pantun ini umumnya adalah adalah a-b-a-b dan a-a-a-a.

 

Baca juga: Teks Tantangan: Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, Langkah-langkah, dan Contohnya

Kaidah Kebahasaan Teks Pantun

kaidah kebahasaan teks pantun, patun

kakibu.com

Nah seperti teks-teks lainya, teks pantun ini juga memiliki kaidah kebahasaan yang harus kamu ketahui dan pahami. Berikut ciri kebahasaannya:

1. Diksi

Untuk diksi ini sendiri adalah pemilihan kata yang tepat dan cocok dalam penggunaannya dengan tujuan menyampaikan gagsan sehingga diperoleh dampak tertentu seperti yang diinginkan.

2. Bahasa Kiasan

Bahasa kiasan atau bisa dibilang bahasa yang digunakan untuk menunjukan makna secara tidak langsung kepada sang pendengar atau sang penulis, dan pada umumnya berupa peribahasa/ungkapan.

3. Imaji

Kalau imaji ini sendiri adalah sebuah gambaran yang diciptakan oleh pelantun secara tidak langsung, sehingga mengakibatkan sang pendengar atau pembaca merasa seperti dapat melihat gambar (imaji visual), didengar (imaji auditif), ataupun dirasa (imaji taktil).

4. Bunyi

Bunyi ini umumnya muncul dari kiasan, imaji, serta diksi yang diciptakan oleh penulis pantun pada saat menuturkan pantun yang dia buat. Kalau biasanya sih ada 2 unsur yang menyertai bunyi ini yaitu: unsur rhyme (rima), dan rhytm (ritme) yang masing-masing berguna untuk memperindah pantun.

Langkah-langkah Membuat Teks Pantun

langkah-lankah membuat pantun, patun

kakibu.com

Nah kalau untuk langkah-langkah membuat pantun ini, biasanya diawali dengan menentukan jenis pantun dan karakteristik pantun yang akan dibuat. Kemudian dilanjutkan dengan menentukan tema, menulis isi dan menentukan sampiran.

Nah kenapa kok sampiran itu dibuatnya terakhir? Karena sampiran akan ditentukan oleh isi pantun yang akan kita sampaikan. Jadi cari dulu isi yang akan disampaikan, baru buatlah sampirannya. Untuk lebih lengkapnya simak penjelasan di bawah ini.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Memahami Karakteristik Pantun

Adakah diantara kalian yang tau, kenapa kok harus memahami karakteristik pantun terlebih dahulu? Ini karena teks pantun ini memiliki syarat akan kaidah dan aturan, maka kalian seharusnya memahami karakteristik pantun terlebih dahulu, yaitu: Struktur dan kaidah kebahasaan.

Nah untung saja langkah pertama ini sudah kita bahas diatas jadi kalian akan mudah membuat pantun yang sesuai dengan isi hati kalian yang mau disampaikan.

2. Menentukan Tema

Nah tema ini juga penting saat akan menulis pantun, kenapa? Karena tema merupakan suatu gagasan pokok atau bisa dikatakan ide pikiran tentang suatu hal, khususnya saat membuat suatu tulisan ataupun pantun. Pilihlah jenis pantun yang sekiranya cocok dengan kamu, misalnya: pantun agama, pantun jenaka, dll.

3. Menulis Isi

Nah ini adalah satu tips untuk kalian yang akan menulis pantun, apakah itu? Ya, jadi usahakan kalau mau menulis pantun, tulislah isi dulu. kalau diantara kalian ada yang bertanya-tanya, kenapa kok harus isi dulu? Itu karena jika kalian tulis isi dulu itu akan sangat memudahkan kalian saat akan membuat pantun.

Contoh:

….
….
Cukup sudah kisah yang telah terjadi
Mengenangnya hanya akan menyiksa hati

4. Menulis Sampiran

Nah selanjutnya adalah manulis sampiran, ada yang tau tidak fungsi dari sampiran ini apa? Jadi fungsi sampiran ini adalah untuk melengkapi isi pantun yang sudah kita buat tadi. Bagaimana caranya kak?Jadi caranya itu dengan memperhatikan kesamaan huruf akhiran antara isi dengan sampiran yang akan kalian buat.

Contoh:

Petani menjual padi
Peternak menjual sapi

Cukup sudah kisah yang terjadi
mengenangnya hanya akan menyiksa hati

Contoh Teks Pantun

contoh teks pantun

kakibu.com

Nah kali ini saya akan memberikan contoh dari teks pantun ini, jadi simak baik-baik agar bisa bermanfaat bagi kita semua.

teks pantun, pantun, struktur pantun

Kakibu.com

Nah seperti yang anda lihat, di atas adalah salah satu contoh pantun yang saya kasih penjelasan mengenai, dimana letak sampiran dan letak isi. Jadi kalian bisa meniru cara membuat pantun, dengan cara yang sama seperti contoh yang di atas.

Oke, mungkin sekian dulu dari saya apa bila ada salah kata atau kalimat saya minta maaf sebesar-besarnya.

Ambil positifnya dan buang yang kalian anggap negatif. Enjoy every process.

Show Comments

No Responses Yet

Leave a Reply